Menguak Misteri Candi Bang (Bagian 2)

 Oleh: Y. Setiyo Hadi



Lokasi candi Bang yang ada di Baluran merupakan titik persinggahan dari pelayaran dari Banten dan Batavia (Jakarta) menuju ke ke pulau rempah (Maluku). Dalam catatan-catatan Portugis maupun Belanda, dari jalur pelayaran an-nahl memperlihatkan bahwa titik Baluran yang disebutkan ada Siera pagoda atau yang dikenal candi Bang merupakan titik persinggahan menuju pulau kepulauan rempah.



Kolase gambar posisi Candi Bang di Timur Laut Jawa (sumber: google maps)



Keterangan UNESCO tentang spice route (jalur rempah-rempah) atau juga dikenal sebagai maritim silk route (jalur sutra maritim) merupakan jaringan jalur laut yang menghubungkan timur dengan barat. Jalur rempah ini membentang dari pantai barat Jepang melalui pulau-pulau Indonesia di sekitar India ke tanah timur tengah  yang berlanjut melintasi Mediterania ke Eropa.



Jalur rempah ini diperkirakan lebih dari 15000 km dengan perjalanan yang tidak mudah. Pada awalnya ditempuh menjelajahi jarak pendek dari pelabuhan asal dan semakin jauh melintasi lautan dan samudra dengan berbagai tantangan dan bahaya.




Setelah berabad-abad lamanya pelayaran dan perdagangan melalui jalur rempah ini berlangsung sampai menuju pada titik-titik persinggahan di berbagai blog buhan maupun pantai di pantai utara pulau Jawa. Dari jalur rempah merupakan rute perdagangan pertama dan utama sejak jauh sebelum abad Masehi memiliki peran penting bagi manusia yang menjadi titik dari pertemuan atau persinggahan di jalur rempah tersebut.




Antara Panarukan sampai selat Bali memiliki potensi sebagai pelabuhan dari berabad-abad lamanya, termasuk di wilayah teluk Sedano dan Baluran. Pelabuhan-pelabuhan lainnya yang dilalui jalur rempah nama pelabuhan di sepanjang jalur 4 bertindak sebagai wadah peleburan ide dan informasi yang dibuktikan dari berbagai artefak maupun temuan-temuan yang ada di sekitar wilayah yang menjadi titik dari pertemuan jalur rempah.



Kolaborasi dan sinergi dari catatan-catatan dari para pelaut (baik Portugis maupun Belanda) dan temuan-temuan arkeologis mendukung bahwa pantai timur laut Jawa yang terdapat Baluran dan candi Bang merupakan bagian dari jalur rempah internasional.


Potensi Temuan dari Zaman Prasejarah


TCB-YMBS (Tim Cagar Budaya- Yayasan Museum Balumbung Situbondo) pernah menindaklanjuti temuan seorang nelayan berupa fragmen wadah bekal kubur berbahan tanah liat beserta beliung jenis kapak persegi dan fragmen gelang dari kerang. Tinggalan arkeologis itu ditemukan pada 26 September 2020. Sehari setelahnya, tim melakukan penyisiran dan selanjutnya melaporkan kepada dinas terkait serta Balai Arkeologi Yogyakarta. Hingga pada Juni 2021, Tim Balar turun ke lokasi. Yang menarik, pada tanggal 5 Desember 2021 TCB-YMBS menemukan kembali fragmen wadah bekal kubur pada jarak sekitar 190 cm dari keletakan wadah bekal kubur yang pertama. Dimensi artefak berbahan dasar tanah liat ini sama dengan temuan tahun sebelumnya. Sejumlah fragmen gerabah lainnya juga ditemukan tersebar bersama ekofak berupa kerang dan segera dilaporkan pada dinas terkait serta diamankan di Museum Balumbung.




Atas fakta itulah, perlu penelusuran lebih mendalam terhadap sejumlah informasi serta data dan fakta yang telah diperoleh terkait eksistensi wilayah timur laut Jawa yang diduga sejak zaman prasejarah atas analisis jenis temuan.



Kencong, 30 Desember 2022



Penulis adalah Pembina Yayasan Boemi Poeger Persada (YBPP)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama