Interpretasi Awal Batu Silindris Banyuglugur Situbondo

 Oleh : Irwan Rakhday


Temuan batu silindris di Dusun Pesisir, Desa Banyuglugur, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo pada Desember 2020 oleh Misyono awalnya tampak sebagian di permukaan tanah yang merupakan urukan proyek pembuatan tower seluler. Informasi tersebut disampaikan Edi Martono, Juru Pelihara Situs Selobanteng, yang kemudian melaporkan temuan itu pada BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur.



Posisi batu silindris sesaat sebelum dilakukan ekskavasi.

(Foto: Tangkapan layar akun youtube BPCB Jatim).

Muhammad Ichwan saat mendeskripsikan objek pasca ekskavasi. (Foto: Tangkapan layar akun youtube BPCB Jatim).


Pada tanggal 20-21 Januari 2021, Tim Ekskavasi Penyelamatan BPCB Jatim yang diketuai Muhammad Ichwan melakukan tespit dengan lubang selebar 2 x 2 meter pada objek tersebut. Hasil dari ekskavasi arkeologis tersebut yakni diketahui kedalaman dari permukaan tanah hingga dasar adalah 50 cm. Ukuran tinggi batu silindris adalah 98 cm dengan dibagi dua ukuran yaitu pada bagian atas setinggi 65 cm dan pada bagian bawah yang lebih lebar setinggi 23 cm. Sementara diameter atas 84 cm.


Batu tersebut kondisinya sedikit gempil pada bagian atasnya. Sedangkan pada bagian bawahnya sebagian besar pecah. Ragam hias yang ada pada permukaan atas berupa lingkaran konsentris dengan bagian tengah lingkaran berulir.


Menurut Ichwan, berdasarkan morfologi bentuk, dimensi ukuran, stylist atau ragam hiasnya belum pernah didapatkan pada masa prasejarah atau megalitik. Tentu, batu tersebut terbilang unik dan butuh interpretasi lebih lanjut dengan melihat referensi-referensi yang ada. Senada dengan Ichwan, Arkeolog Andi Muhammad Sa'id juga belum memastikan lini masa dari objek tersebut, tetapi patut diduga hasil dari kebudayaan megalitik. Menariknya, informasi yang digali dari seorang warga setempat, Ahmad Wahyudi, batu tersebut terbawa oleh alat berat saat pembuatan tower tak jauh dari posisi batu yang sebelumnya merupakan jurang. (*)


Batu Silindris dalam posisi pasca ekskavasi oleh BPCB Jatim.
(foto:Agung.H, 2021)



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama